Posted in Berita Utama by Redaksi on Maret 7th, 2010

BAKAR BAN: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Yogyakarta melakukan aksi dengan membakar ban di depan Kantor Pos Besar, Yogyakarta, Sabtu (6/3). Aksi HMI Yogyakarta tersebut sebagai bentuk solidaritas terkait insiden bentrokan yang terjadi antara mahasiswa dan Polisi di Makasar dan Jakarta. (Foto Ant/Wahyu Putro A)
Jakarta (SIB)
Selain di Makassar, massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga bentrok dengan polisi di Jakarta.Mereka bentrok di Cikini, Jakarta Pusat. Hingga pukul 20.30 WIB, suasana masih tegang.
Pantuan detikcom, Jumat (5/3) massa HMI yang berjumlah sekitar 50 orang melakukan aksinya tepat di depan rumah makan cepat saji, KFC, Jl Cikini Raya. Beberapa di antara mereka ada yang sengaja memblokade jalan Cikini.
Tak ingin menimbulkan kemacetan lalu lintas, polisi akhirnya mengejar massa HMI sehingga lari terbirit-birit ke samping KFC. Namun massa HMI terus melempari polisi dan warga di sekitar lokasi dengan batu.
Massa sempat melakukan aksi bakar bendera di tengah jalan. Namun, aparat kepolisian sigap memadamkan api itu.
Hingga saat ini situasi masih berlangsung tegang. Pengelola restoran KFC juga kembali tidak membuka gerainya. Namun situasi lalu lintas di Cikini berjalan normal.
Setelah Adu Jotos, Polisi dan Massa HMI Mundur
Setelah sempat saling bertukar pukulan, massa HMI dan aparat kepolisian sama-sama mundur dari posisi awal. Bentrokan yang terjadi di antara mereka pecah akibat provokasi massa HMI lakukan.
Bentrokan pecah sekitar pukul 20.30 WIB, Jumat (5/3). Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi kejadian, aparat kepolisian mundur sekitar 50 meter dari barikade tameng. Sedangkan massa HMI saat ini masih terus bertahan di Jl Cilosari, Jakarta.
Sebelum bentrokan pecah, dari arah massa HMI terlontar kata-kata kotor yang ditujukan kepada polisi. Massa HMI lalu mendorong barisan polisi agar mundur dan seketika itu kedua kelompok bertukar pukulan.
Tidak lama kemudian massa HMI menghentikan aksi dorong itu. “Kami akan mundur kalo polisi juga mundur!” seru salah seorang di antara mereka.
Menanggapi itu barisan polisi pun mundur. Tetapi barikade tameng tidak dibongkar. Beberapa saat kemudian terlihat personil polisi tambahan tiba di lokasi.
Hingga saat suasana masih terasa tegang. Pertigaan antara Jl Cikini Raya dengan Jl Cilosari yang biasanya ramai dengan gerobak penjual makanan, kini tampak sepi karena para pedagang memilih mengemasi dagangannya agar terhindar dari lemparan batu dan kerusakan lain yang mungkin timbul.
Sedangkan arus lalu lintas dari arah Taman Ismail Marzuki ke arah Menteng dan Salemba mulai mengalir. Meski demikian masih tersendat akibat kerumunan warga yang menonton kejadian bentrokan itu.
5 Anggota HMI Luka Akibat Bentrokan
Lima anggota HMI mengalami luka akibat bentrokan dengan polisi tadi malam. Para korban luka ini sudah mendapatkan perawatan di RS Cipto Mangunkusumo yang berada tidak jauh dari lokasi bentrokan di Cikini.
“Saat aksi kemarin ada 5 teman kita tang terluka,” kata Kordinator Aksi HMI, Agus Harta, di Sekertariat PB HMI, Jl. Cikosari, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/3).
Salah seorang yang mengalami luka itu adalah Dede (23). Mata sebelesah kiri aktifis ini terlihat memar. “Saya luka karena dipukul dan diinjak, ada juga teman yang dilindas dengan sepeda motor,” ujar Dede.
Lebih lanjut Dede menyatakan, dia dan empat temannya sudah memintakan visum ke RSCM. Hasil visum itu yang akan HMI pakai untuk mengambil langkah hukum terhadap bentrokan menyusul aksi unjuk rasa yang mereka tujukan sebagai solidaritas terhadap rekan-rekannya di Makassar.
“Kita harapkan ada upaya hukum dari kepolisian,” sambungnya.
Mahasiswa & Polisi Saling Dorong di Mabes Polri, M Ali Diamankan
Aksi unjuk rasa ratusan orang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Mabes Polri memanas. Mahasiswa dan polisi saling dorong. Seorang mahasiswa, M Ali, kepergok melempar batu ke arah polisi dan diamankan.
Gesekan ini terjadi di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/3) pukul 16.30 WIB.
Saat aksi saling dorong antara ratusan dan aparat kepolisian, 1 mahasiswa tertangkap tangan melempari polisi dengan batu. Mahasiswa yang berada di barisan depan itu langsung dibekuk. Ia sempat melawan. 6 Polisi pun menggotong si mahasiswa dan dibawa masuk ke Gedung Bareskrim, Mabes Polri. Mahasiswa lainnya tampak emosi melihat temannya diamankan.
“Bebaskan teman kami. Kalau 5 menit tidak dibebaskan kami akan melakukan tindakan-tindakan. Polisi jahat,” teriak mahasiswa yang terus melontarkan caci maki sambil saling dorong.
Aksi mendorong berlangsung sekitar 15 menit. Selanjutnya, 3 perwakilan mahasiswa akhirnya bernegosiasi dengan polisi. Polisi membebaskan mahasiswa itu yang diketahui bernama M Ali, 10 menit kemudian.
“Nggak-nggak (lempar batu) kok,” kata M Ali sambil lari ke arah luar.
Massa HMI yang menuntut Kapolda Sulselbar Irjen Pol Adang Rochyana dicopot ini kemudian membubarkan diri. Arus lalu lintas sempat tersendat di sepanjang Jalan Trunojoyo menuju Jalan Tendean, Jakarta Selatan.
Ketegangan Mereda, Akbar Tandjung Temui Massa HMI
Ketegangan di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat mereda setelah terjadi negosiasi antara massa HMI dengan polisi. Beberapa menit kemudian, tokoh senior HMI yang merupakan politisi Partai Golkar, Akbar Tandjung, menemui massa HMI yang berdemo.
Akbar Tandjung yang mengenakan jaket cokelat tiba di lokasi demo sekitar pukul 20.50 WIB, Jumat (5/3). Akbar didampingi sejumlah orang menemui massa HMI.
Sementara itu, sebagian besar aparat kepolisian sudah menarik diri dari jalan itu. Mahasiswa juga mulai meredakan emosinya dan tidak lagi memblokir jalan. Jalan Raya Cikini yang sempat diblokir massa kini sudah dibuka kembali.
Akbar menemui massa HMI dengan berjalan kaki dari pertigaan Jalan Cikini Raya. Setelah tiba di lokasi, Akbar kemudian masuk ke Sekretariat HMI di Jalan Cilosari.
“Iya saya denger ada demo, dan katanya sempat ricuh. Mereka ini adalah adik-adk saya dulu,” kata Akbar yang merupakan mantan Ketua Umum PB HMI. Hingga pukul 21.00 WIB, Akbar Tandjung masih bertemu massa HMI.
Walikota Jakpus Susul Akbar ke Markas HMI
Upaya untuk meredam emosi massa HMI di Jalan Cikini Jakarta Pusat terus dilakukan. Walikota Jakpus Sylviana Murni menyusul mantan Ketua Umum PB HMI Akbar Tandjung ke markas HMI.
Pantuan detikcom, Jumat (5/3) Sylviana yang ditemani ajudannya tiba sekitar pukul 21.20 WIB. Tanpa komentar, Sylviana langsung masuk ke Sekretariat HMI di Jalan Cilosari.
Sementara itu, konsentrasi massa HMI kini tidak lagi berada di pinggiran Jalan Cikini. Semua massa HMI sudah masuk ke dalam dan memblokade jalan dengan portal.
Setiap orang yang hendak masuk ke Jl Cilosari diperiksa dengan ketat oleh anggota HMI. Sedangkan polisi masih terus berjaga-jaga di luar. Hingga pukul 21.40 WIB, pertemuan Akbar, Sylviana dan pengurus HMI masih terus berlangsung.
Sebelumnya sempat terjadi ketegangan antara massa HMI yang memblokir Jalan Cikini dengan aparat kepolisian. Mereka sempat saling dorong, bahkan sempat saling pukul.
Pasca Rusuh, Sekretariat HMI Jakarta Lengang
Pasca bentrokan antara massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan kepolisian pada Jumat (5/3) malam, sekretariat organisasi kemahasiswaan tersebut di Jl Cilosari, Menteng, Jakarta Pusat, tampak kosong. Tidak ada aktivitas yang mencolok di tempat tersebut.
Pantuan detikcom, Sabtu (6/3), bangunan yang bercat hijau putih tersebut sepi. Tidak terlihat kegiatan yang berasal dari dalam gedung. Hanya ada sekitar 10 orang mahasiswa HMI yang sedang beristirahat. Tampaknya mereka masih kelelahan setelah bentrokan semalam.
Di depan gerbang sekertariat HMI Jakarta tersebut dipasang sebuah spanduk berwarna putih. Spanduk berukuran sekitar 2 X 2 meter itu bertuliskan “Kawasan Anti Polisi”. Arus lalu lintas di sekitar kantor sekretariat PB HMI tampak normal. Toko-toko juga sudah beraktivitas seperti biasa.
Ditemui di tempat tersebut, Koordinator aksi HMI Jakarta Agus Harta, mengatakan pukul 13.00 WIB nanti pihaknya akan menggelar jumpa pers. Dalam kesempatan itu mereka akan menjelaskan berbagai hal terkait peristiwa semalam dan tuntutan HMI.
“Kemungkinan kita juga akan kembali turun ke jalan,” ujar Agus Harta.
Agus menambahkan, HMI tetap mendesak kepolisian untuk minta maaf atas pengrusakan sekretariat HMI di Makassar. “Kami Juga meminta pencopotan Kapolda Sulselbar kepada Kapolri,” kata Agus.(detikcom/d)