Pages

Gelar Unjuk Rasa Keliling Kampus, Mahasiswa UGM Tolak Mahasiswa Malaysia

Minggu, 17 Januari 2010
SOFAN KURNIAWAN/ BERNAS JOGJA
TOLAK MAHASISWA MALAYSIA-- Mahasiswa UGM saat menggelar unjuk rasa menolak mahasiswa asal Malaysia di kampus setempat, bundaran UGM dengan pembakaran replika bendera Malaysia.

Rabu, 2 Sep 2009 10:19:09

JOGJA ‑‑ Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fisipol UGM menggelar unjuk rasa menolak mahasiswa asal Malaysia di kampus setempat, Selasa (1/9). Aksi diawali keliling kampus dan berakhir di bundaran UGM dengan pembakaran replika bendera Malaysia.
Dalam tuntutannya, mahasiswa menuntut pihak rektorat UGM untuk tidak lagi menerima mahasiswa asal negeri jiran itu. Mereka juga meminta mahasiswa Malaysia diusir dari UGM.
Selain pada rektorat, mahasiswa juga berupaya melakukan dialog dengan mahasiswa asal Malaysia di fakultas kedokteran UGM. Sebab di fakutlas itulah banyak mahasiswa Malaysia yang tengah melanjutkan pendidikan kesarjanaan maupun magister mereka.
Namun dialog bersama itu gagal dilakukan. Pasalnya, ketika mahasiswa sampai di FK UGM, pintu gerbang fakultas itu langsung ditutup oleh Satuan Keamanan Kampus (SKK). "Kami menuntut mahasiswa Malaysia meminta maaf atas tindakan bangsanya yang telah menginjak‑injak Indonesia," ujar koordinator aksi Yuri A di sela‑sela aksi.
Demonstran beranggapan, sia‑sia saja UGM mendidik calon pencuri budaya Indonesia. Mereka nantinya hanya akan semakin banyak memberikan kerugian bagi bangsa ini.
Hal ini ditunjukkan dengan makin banyaknya klaim yang dilakukan Malaysia terhadap kekayaan Indonesia. Sementara tidak ada tindakan tegas yang dilakukan pemerintah hingga saat ini. Karenanya UGM sebagai kampus kebangsaan harus mampu menunjukkan perannya. Kampus tersebut mestinya bisa membuat kebijakan untuk tidak lagi menerima mahasiswa asal Malaysia seperti yang dilakukan sejumlah kampus lainnya. "Rektor UGM seharusnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak menerima mahasiswa Malaysia di kampus UGM," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Urusan Internasional UGM Rachmat Sriwijaya mengungkapkan, fakultas itu tetap melakukan kerjasama dengan Malaysia. Sebab belum ada aturan dari kampus untuk menolak mahasiswa asal Malaysia untuk berkuliah di kampus itu.
Selain itu, jumlah mahasiswa Malaysia yang berkuliah di FK UGM setiap tahunnya juga cukup banyak mencapai 70 orang. Mereka masuk lewat jalur seleksi internasional maupun jalur lainnya. "Jumlah mahasiswa asal Malaysia yang berkuliah di program internasional ini bahkan mendominasi dibandingkan dari negara lain," jelasnya. (ptu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar