Pages

Tuntut Polisi, HMI Bakar Ban di Yogyakarta

Senin, 08 Maret 2010
Sabtu, 06 Maret 2010 14:59:00




Massa HMI saat membakar ban di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta. (Foto : Rani Dwi Lestari)






YOGYA (KRjogja.com) - Aksi massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Yogyakarta sebagai bentuk rasa solidaritas atas insiden penyerangan HMI di Makassar berlanjut. Setelah sebelumnya sempat ricuh di gedung DPRD DIY, demonstran melanjutkan aksinya ke Poltabes Yogyakarta, Sabtu (6/3).



Di temapat ini, massa HMI cabang Yogyakarta bergabung dengan massa HMI cabang komisariat FISIPOL UGM yang sebelumnya telah berada di lokasi. Puluhan massa membawa sepucuk surat raksasa yang ditujukan pada jajaran Polri yang peringatan bagi Kepolisian yang dinilai represif kepada masyarakat. Surat tersebut akhirnya diterima oleh Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Poltabes Yogyakarta, Ipda Legowo.



Ketua HMI Yogyakarta, Wahyu Minarno mengungkapkan, apapun alasannya, tidak dibenarkan Polisi melakukan tindakan penyerangan dan pemukulan terhadap masyarakat. "Kepolisian seharusnya dapat mencari solusi terbaik atas gejolak yang terjadi di masyarakat dan menyelesaikannya secara profesional tanpa kekerasan fisik. Harus disadari bahwa polisi adalah bagian dari masyarakat," tegasnya.



Setelah melakukan orasi beberapa saat, massa gabungan HMI tersebut pada awalnya akan melakukan aksi bakar ban ditempat. Namun hal tersebut urung dilakukan dan dilanjutkan longmarch menuju perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Di sana, massa yang semakin memanas akhirnya melakukan aksi bakar ban dan membentuk lingkaran besar.



Ulah massa tersebut sempat menimbulkan kemacetan lalu-lintas. Akan tetapi tidak ada satupun pihak Kepolisian yang berusaha menghentikan pembakaran ban tersebut. Selain melakukan aksi solidaritas terhadap HMI Makassar, tuntutan yang massa usung tetap sama, yakni penuntasan kasus benk Century menuju mekanisme hukum serta kutukan terhadap aksi kekerasan pihak Kepolisian kepada mahasiswa.



"Kami juga menegaskan kembali agar terjadinya aksi kekerasan pihak Kepolisian kepada mahasiswa jangan sampai dijadikan alat untuk mengalihkan isu bank Century. Kami akan terus melakukan aksi dan pengawalan agar kasus tersebut bisa cepat tuntas," tandasnya. (Ran)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar