Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar demo menolak mahasiswa Malaysia. Mereka meminta UGM tidak lagi menerima mahasiswa asal Malaysia.
Aksi itu diawali dari kampus Fisipol di Jl Justisia dilanjutkan berkeliling menuju kampus blok kesehatan (eksakta) tempat para mahasiswa asal Malaysia kuliah.
Namun saat menuju Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) untuk berdialog dengan mahasiswa asal Malaysia, pihak Satuan Keamanan Kampus (SKK) UGM tidak memperbolehkan pendemo masuk. Pintu gerbang utama FK UGM langsung ditutup rapat oleh SKK.
SKK beralasan aksi itu akan mengganggu perkuliahan. Karena tidak boleh masuk masa kemudian melanjutkan aksinya berkeliling kampus.
Dalam aksi itu juga diwarnai dengan pembakaran replika bendera Malaysia. Mereka juga meneriakkan yel-yel anti Malaysia dan ganyang Malaysia.
"Kami tidak akan melakukan sweeping terhadap mereka. Kami ingin ada dialog dengan mahasiswa UGM asal Malaysia,” kata Yuri Ashari di sela-sela aksi.
Yuri mengatakan pihaknya juga tidak akan mengusir atau men-sweeping mahasiswa asal Malaysia yang kebanyakan kuliah di FK UGM. Namun pihaknya ingin agar Rektorat UGM tidak menerima lagi mahasiswa asal Malaysia.
"Kami hanya ingin dialog dengan mereka mengenai berbagai masalah yang muncul akhir-akhir ini. Namun belum ada tanggapan dan tidak boleh masuk oleh satpam," katanya.
(bgs/djo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar